Sabtu, 03 Oktober 2009

MAAFKAN AKU...

Ada sesuatu yang pingin aku ceritakan saat mudik lebaran yang lalu. Agak telat seh tapi ngga apalah daripada tidak menulis sama sekali :p
Akan kuceritakan tentang dua perasaan yang ada di hatiku saat itu. Disatu sisi ada perasaan senang...bahagia...bisa mudik.Itu tandanya Allah masih memberikan rezeki,kesehatan tuk bisa bersilaturahmi dengan keluarga,saudara dan teman-teman yang ada di kampung halaman. Alhamdulillah juga diberi kesempatan tuk hadir diacara reuni SMA...ketemu teman-teman lama...happy rasanya. Maklumlah udah 16 th kita tak berjumpa...ternyata udah lama nian kawan! Ada cerita lucu...ngobrol ngalor-ngidul plus ledek-ledekan (bercanda sambil mengejek) pun kami lakukan...kurasakan pertemanan yang tulus...pertemanan murni...tanpa basa-basi...tanpa sakit hati...he...he...he...I like it :)
Namun di sisi yang lain, aku juga merasakan sedih...pedih yang mendalam karena tuk lebaran kali ini,aku tak dapat lagi bertemu langsung dengan Ibu...dengan Bapak...
Kini hanya makam-makam beliaulah yang bisa aku jumpai....
Tiga tahun yang lalu aku masih berlebaran sama Ibu....
Tahun kemarin masih bertemu Bapak....
Tuk lebaran kali ini...lengkaplah sudah tanpa bertemu keduanya....
Rindu...kangen...kepingin sungkem sambil kuucapkan "Ngaturaken Sugeng Riyadi...Sedoyo Kalepatan Kulo Nyuwun Pangapunten Ibu...Bapak... " seperti lebaran-lebaran yang telah terlewati...
Tapi kini tak bisa lagi...Hanya kata maaf yang selalu hadir di hati...
Maafkan aku Ibu.....Maafkan aku Bapak......
Maafkan semua salah dan dosaku......
Maafkan aku Ibu.....Maafkan aku Bapak......
Maafkan aku yang belum bisa sepenuhnya membahagiakanmu......
Doaku selalu menyertaimu : "Allahummagh fir lii wa liwaa lidayya warhamhumaa kamaa robbayaani shogiiroo"

Senin, 17 Agustus 2009

BERPISAH DENGAN SI BLACK

Aneh euy...koq aku ngerasa sedih ya saat melepas si Black pergi.
Padahal udah diniatin tuk merelakannya....
Tapi tetap aja perasaan kehilangan itu ada...hadir di relung hatiku...
Black...oh...si Black...begitu aku biasa menyebutnya.
Beberapa tahun telah setia menemaniku...melewati hari - hariku...
Melintasi perjalanan...menghadapi terik panasnya siang...dinginnya malam...
Menembus derasnya hujan...
Kau pun ikut juga menghantarkanku pindah dari kota kembang (Bandung)
menuju ke kota bunga (Malang).
Cck...cck...cck...begitu banyak jasamu Black !
Ingin rasanya tetap memilikimu...memanfaatkanmu...
and tentu aja merawatmu...
Namun apa daya??? Sebuah keputusan telah diambil !
Kesepakatan telah ditetapkan untuk mengganti dirimu...(I'm Sorry)
Black...tak kusangka dan tak kuduga...
Sekali kutawarkan dirimu...begitu banyak peminat meresponmu...
Bahkan di detik - detik terakhir kepergianmu...
Kaupun masih memberikan kesan...
"Kaga Rugi Diriku Sempat Memilikimu !"
Black...meskipun bagi orang lain dirimu tak ada artinya...
Namun bagiku...Kau sangat berjasa dan berharga...
Terbukti Allah masih memberikan rezeki-Nya lewat harga purna jual dirimu...
Sssttt...ternyata aku ada bakat jual beli mobil juga loh !
Ha...ha...ha...ha...ha... (Mbah Surip mode on) :D

Minggu, 19 Juli 2009

BERBURU TANAMAN DI BATU

Jalan - jalan yuuuk ! Mau ke mana yaa ??? Kadang ngerasa bingung juga menentukan arah and tujuannya. Tapi beberapa Minggu yang lalu aku jalan ke daerah Batu, sebuah daerah yang ada di pinggiran kota Malang Jatim. Hhmm...sejuk udaranya. Bukan tempat wisata yang menjadi tujuan tapi tempat dimana aku bisa mencari atau berburu tanaman yang menjadi pilihan.
Sampailah pada sebuah perkampungan yang menjual berbagai macam tanaman dengan harga yang murah tentunya. Tepatnya di jalan Mawar Putih Sidomulyo Batu. Di sepanjang jalan / perkampungan ini emang tempat jualan tanaman plus aneka macam pot seperti yang terpajang di beberapa rumah. Dari harga yang paling murah sampai mahal ada loh ! Bisa dipilih menurut selera masing - masing. Kalau aku sendiri, cari tanaman yang murah meriah plus gampang merawatnya. Mau tahu alasannya? Ini karena tipe aku yang suka "Lupa - Lupa Ingat" (Kuburan Band Mode On). Kadang rajin menyiram...kadang mencuekkan beberapa hari. Intinya butuh tanaman yang ngga rewel dalam perawatan, kalau pilih yang murah meriah harganya...jelas tuk penghematan, yang penting rumah kelihatan adem, sejuk dan hijau. Syukur - syukur bisa turut mensukseskan gerakan "Stop Global Warming" he...he...he.
Seru juga waktu berburu tanaman, lihat sana - sini begitu indahnya...warna - warni plus menarik hati and yang paling penting harganya murah banget. Bougenvil besar aja cuma 15.000 perak, Wijaya Kusuma Rp 10.000, Jendron yang daunnya hijau royo - royo cuma Rp 1.500, Ceplok Piring Rp. 2.000, Lidah Mertua Rp. 3.000, Gelombang Cinta Rp. 20.000 and aneka Anggrek , Aster yang aku ngga hafal harganya. Yang jelas banyak pilihan dan murah harganya. Tapi ada juga tanaman yang harganya ratusan ribu rupiah, biasanya sih tanaman import.Tinggal pilih sesuain kebutuhan and isi kantong kita tentunya.
Coba kalau jalan kesana...pandangi kiri - kanan, lihat tanaman dan bunga yang di tata apik sambil menghirup udara segarnya. Wow...Alangkah indahnya alam semesta ciptaan-Nya. Maka Nikmat Tuhan Kamu Yang Manakah Yang Kamu Dustakan? QS. Ar - Rahman ( Yang Maha Pemurah). Sungguh... Maha Pemurah Allah yang telah menciptakan beraneka rupa tanaman, yang tidak hanya memberi manfaat tetapi sekaligus memberi rezeki bagi umat-Nya. Thanks God !

Sabtu, 23 Mei 2009

KEMATIAN

Kematian??? Takut ah!!! emang kebanyakan orang merasa takut menghadapinya padahal kematian merupakan suatu kepastian. Ya...kita semua ini adalah Camat alias Calon Mati. Kapan??? entahlah??? hanya Tuhan yang tahu karena hidup dan mati adalah wewenang Allah SWT. Kematian adalah berpisahnya antara ruh dan jasad. Jasad yang berasal dari tanah akan kembali melebur dengan tanah sedangkan ruh tetap berada dalam manajemen genggaman Allah. Allah mengajarkan agar kita senantiasa berbuat kebaikan sehingga kita dapat menutup keburukan dengan amal kebajikan. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari maka Allah memberikan akal untuk berfikir dan mempersiapkan diri, apa yang akan dipersiapkan esok harinya untuk jasad maupun ruh kita. Kematian pasti datang, Jelas itu! seperti yang tercantum dalam Al Qur'an surat An Nisa[4] ayat 78 : Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kukuh. Juga terdapat dalam Al Qur'an surat Al Jumu'ah [62] ayat 8 : Katakanlah,"Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia Beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Dari waktu ke waktu kita berjalan tuk menghadapi kematian. Namun jalan dan penyebab kematian masih diberikan ruang pilihan oleh Allah. Kita mau memilih jalan kebaikan atau jalan keburukan. Teman, yang lalu biarlah berlalu tuk ke depan masih tersisa pilihan untuk dinegosiasikan dengan diri dan Tuhan agar kita diberikan akhir yang baik (khusnul khatimah). Sebab tidak ada seorang pun yang mengetahui tentang hari esok dan kemudian secara mendetail. kita hanya bisa merencanakan, memprediksi bahwa kita akan melakukan ini-itu. Tetapi yang lainnya masih dalam rahasia Allah. Allah lah yang menentukan. Berdoalah! agar kematian kita kelak menjadi penutup akhir hayat yang akan membahagiakan kita, Mati dalam keadaan baik dan di tempat-tempat yang baik. Sebab hanya Allah lah yang Maha Mengetahui kapan kita akan mendapatkan jodoh, rezeki dan maut atau mati.

Kamis, 30 April 2009

Happy Birthday

Tgl 29 april kemarin,pas buka facebook ku,ga tahunya banyak juga teman-teman yg ngucapin met ultah ke aku. Alhamdulillah facebook mempermudah tali silaturahmi. Ada tuh temanku semasa SD - SMA,teman kuliah,teman blogger 'n tentu aja teman persit pada 'tumpleg bleg' ngucapin selamat.Thanks my friends tuk perhatian & doanya....Allahumma Amin. Ultah kali ini tanpa perayaan, disamping pas tanggal tua,kebetulan suami ikut pendidikan/sekolah lagi....jadinya prihatin dulu dech! Ultah mempunyai arti bertambah umur namun hakikatnya berkurang pula jatah umur/kesempatan hidup di dunia. Ultah bisa dijadikan moment tuk bermuhasabah atau mengevaluasi diri. Kalo ada peribahasa "kuman diseberang lautan tampak tapi gajah di pelupuk mata tiada tampak" begitulah manusia...kadang-kadang dengan mudahnya mengkritik kekurangan/kejelekan orang lain tapi kekurangan/kejelekan diri sendiri sering terlewatkan. 3 pertanyaan sederhana aku ajukan pada suami 'n anak-anakku : 1. Apa yg di sukai 2. Apa yg tidak disukai 3. Apa yg perlu diperbaiki, tentunya berkaitan dengan diriku. Jawaban suami, yg di suka : kejujuranku (ehm...berarti aku di percaya suami,asyik...:D) trus semua kebaikan dan kekurangan yg ada padaku (wah...paket komplit nih :D) Yg tidak disukai : keluhan yg panjjjang dan lammma (he...he..he kaya iklan, maksudku cari solusi boss :D) Yg perlu diperbaiki : Sholatnya tepat waktu donk (tul..tul..beutul itu suamiku!sadar koq kalo sholat,aku sering mepet waktu..dah diagendakan tuk perbaikan diri :D). Kemudian jawaban anakku Rakha, katanya sih yang disukai dari mamanya : ya...baiknya (so pasti itu,Nak! :D) smart (oh..ya? heran :D) pekerja keras (weleh...weleh kamu amati ya nak...disaat mama jadi sopir,tukang ojeg,guru,pembantu,pedagang, pelayan 'n permaisuri papamu...he...he...he :D) yg tidak disukai : mama suka pergi-pergi (Duh...beratnya jadi pengacara/pengangguran byk acara :D) ngomelnya (ya...namanya emak-emak dah ciri khas itu! Rakha belajar! Jangan berantakan! kalo maen ingat waktu! Berisik amat ya? :D) yg perlu diperbaiki : lebih bersabar ma! (sok dewasa kamu, Nak! tapi...ok dech! :D). Kalau selanjutnya jawaban dari anakku Fita, yg disukai : Mama baik (tentu donk...ama anaknya! :D) mama lucu (he...he..he...suka bercanda ya? :D) trus mama ndut & empuk (lho??? emangnya aku bantal apa ? :D) yg tidak disukai : mama suka pergi-pergi,jadi kakaknya nangis, adik kesal (Hwe...anakku pada kompak nich! I'm sorry nak, ternyata kalian tidak nyaman kalo mama pergi :D) yg perlu diperbaiki : mama harusnya beliin boneka barbie yg byk, makanan& apa-apa yang adik suka (waduh...kecil-kecil koq cewek matre :D). Ternyata...oh...ternyata jawaban-jawaban spontan suami 'n anak-anakku cukup melegakan. Semoga aku mampu memperbaiki diri& tidak terlena oleh hiruk pikuknya dunia sampai lupa batas waktu/umur yang telah ditentukan-Nya. Mengutip Lukman Al Hakim yang pernah menasehati anaknya "Wahai anakku, sesungguhnya dunia ini adalah lautan yang dalam. Perahumu berupa taqwa kepada Allah, isinya iman kepada Allah dan dayungnya tawakal kepada Allah. Semoga kamu Selamat".

Selasa, 14 April 2009

L D L

LDL apa-an tuh ? Low Density Lipoprotein atau biasa dikenal sebagai lemak jahat / kolesterol ? yap....emang betul itu ! Tapi apakah aku mau nulis tentang masalah lemak atau kolesterol ini ? No...no...no...,tentu tidak ! Walaupun lagi ndut nih...tapi ngga ada selera nulis atau membicarakan masalah kolesterol itu. LDL yang aku maksud disini adalah "Long Distance Love" yang bisa diterjemahkan menjadi "Cinta Jarak Jauh". Ternyata....LDL banyak banget dialami oleh manusia-manusia di muka bumi ini. Saya yakin,bukan cita-cita tapi karena suatu hal/alasan tertentu yang mengharuskan pasangan menjalankan LDL tuk jangka waktu tertentu pula. Bisa karena tuntutan pekerjaan,tugas negara, sekolah,bisnis atau karena ibadah sekalipun yang membuat pasangan bisa ber LDL ria.
Berikut tips sederhana yang bisa dijadikan pertimbangan bila kita sedang mengalami LDL ( Long Distance Love ) :
1. Saling Mendoakan.
Doa adalah senjata seorang mukmin. Ingat "Everything is as Allah Wills" bahwa semua terjadi karena kehendak Allah. Jadi mintalah pada Allah lewat doa-doa yang kita panjatkan agar pasangan kita selalu dalam lindungan-Nya.
2. Saling Berkomunikasi.
Dalam menjalani hubungan tentunya komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting. Komunikasi bisa dilakukan lewat berbagai media,bisa dengan bertelepon, SMS, chating, email, face book atau dengan cara konvensional sekalipun seperti sur-menyur alias surat-menyurat via pos.
3.Saling Percaya.
Kepercayaan merupakan modal utama dalam suatu hubungan. Percaya adanya "Waskat" (Pengawasan Malaikat) yang akan mencatat segala amal baik - buruk manusia. Mampu membuat kita akan saling menjaga kepercayaan pasangan walaupun di saat berjauhan.
4. Saling Support.
Support atau dukungan dari pasangan mempengaruhi kondisi psikis kita. Terkadang di saat berjauhan timbul masalah yang menguras tenaga, pikiran maupun perasaan. Dukungan moril mampu membuat kita lebih tegar menjalani hidup ini.
5. Saling Belajar.
Jadikan LDL sebagai media pembelajaran bagi kita. Belajar arti kesetiaan, kesepian,belajar merasakan begitu berharganya kebersamaan ataupun belajar tentang kemandirian dalam segala hal.
6. Saling Memperbaiki Diri.
Di saat berjauhan, kita terpisah oleh jarak dan waktu. Manfaatkanlah waktu itu untuk memperbaiki diri agar pasangan merasa "Surprise" atau berteriak "Amazing !" melihat perubahan kita. Perubahan yang membawa perbaikan yang bisa membuat pasangan termehek-mehek, enggan berjauhan lagi.

Jumat, 13 Februari 2009

Pria Sejati

Selepas sholat maghrib, aku selalu berusaha nungguin anak-anakku belajar. Suatu kegiatan rutin yang aku lakukan sehari-hari kecuali di hari Sabtu/malam Minggu. Kebetulan hari itu mas Rakha ama de Fita lagi ada PR. Setelah ngebimbing beberapa saat, biasanya aku membiarkan mereka mengerjakan sendiri PR nya, baru setelah itu aku koreksi kalau ada jawaban yang salah. Sambil nungguin mereka, aku membaca sebuah buku kecil pemberian temanku yang berisi kumpulan doa dan nasihat sedangkan my husband asyik dengan laptopnya, ngerjain kerjaan kantor. Tiba-tiba anakku bertanya,"baca buku apa sih, ma?" "Ehm...baca buku yang dikasih bu Maria, ini lho tentang pria sejati," jawabku. Iseng-iseng aku balik tanya ke anakku,"kaya apa ya....pria sejati itu?" Merasa bukan pria, de fita tidak bereaksi masih tetap nulis jawaban pr nya. Tapi anakku Rakha langsung ngejawab,"Pria sejati itu ya... kaya aku ini,ma!Rakha yang baik, pinter, cakep, bertanggung jawab, bijaksana dan berwibawa". Spontan aku and suami ketawa ngakak mendengar jawabannya yang PD abis. "Masa pria sejati masih suka nangis kalo ditinggal pergi mamanya?" ha...ha...ha kataku sambil tertawa. Rakha pun membela diri ,"Ya...biarin, aku kan masih anak-anak,"katanya sambil tersenyum kecut. Kemudian aku bacakan tentang pria sejati yang tertulis di buku kecil itu : Ibu ceritakan aku tentang pria sejati? Sang Ibu tersenyum dan menjawab.
Pria sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya. Pria sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran. Pria sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja tetapi bagaimana ia dihormati di dalam keluarga. Pria sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan tetapi dari sikap bijaknya dalam memahami persoalan. Pria sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang tetapi dari hati yang ada di balik itu.... Pria sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memujanya tetapi dari komitmennya terhadap perempuan yang dicintainya yang ada di rumah, baik istri, anak perempuan atau ibunya... Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan tetapi dari tabahnya ia menjalani lika-liku kehidupan. Pria sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca al-qur'an tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca... Pria sejati bukanlah dilihat dari banyaknya jam ia berkhutbah tetapi dari banyaknya ia menjalankan kewajiban da'wah.
Setelah itu, ia kembali bertanya.....
"Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu,Ibu?" Sang Ibu memberinya buku dan berkata,"Pelajari tentang Dia". Ia pun mengambil buku itu "MUHAMMAD SAW", judul yang tertulis di buku itu. Baca ya...Nak!